Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Bedah Press Release

a. Subject : PT SETIA kerahkan masyarakat dan pemerintah untuk bekerja sama dalam ketahanan pangan nasional melalui sebuah program kemitraaan. b. Organisasi : Perwakilan PT SETIA dari direktur corporate affairs dan direktur eksekutif institute for development of economics and finance dan corporate communication supervisor c. Lokasi : Wisma Millenia Jakarta d. Advantage : 1. meningkatkan kapasitas produksi           2. menyejahterakan petani dan peternak         3. menciptakan ekonomi yang berkelanjutan       4. serta memberikan kekuatan dalam menghadapi ketahanan pangan nasionan melalui sebuah program kemitraan. e. Aplication : Para petani, peternak, dan pemerintah yang harus bekerja sama dalam  menghadapi tantangan ketahanan pangan nasional. f. Detail : sangat detail g. Sumber : -Direktur corporate affairs PT SETIA Comfeed Indonesia, Rachmat Indrajaya.        -Direktur ek...

Kemitraan Agribisnis Terkemuka di Indonesia

PT SETIA Comfeed Indonesia Tbk merupakan perusahaan agribisnis terkemuka di Indonesia yang memiliki lini bisnis produksi pakan ternak, pembibitan ayam, pembibitan dan penggemukan sapi, budidaya perairan, serta produksi vaksin hewan. Diiringi dengan program-program CSR yang berkontribusi dalam pengembangan masyarakat, SETIA terus mendukung pengembangan kualitas hidup, sesuai dengan visi perusahaan “Berkembang Menuju Kesejahteraan Bersama”. “N afas hidup SETIA yakni untuk berkembang menuju kesejahteraan bersama berlandaskan asas saling menguntungkan antara sektor swasta dengan petani dan peternak,” ujar Direktur Corporate Affairs PT SETIA Comfeed Indonesia Tbk (SETIA), Rachmat Indrajaya di Wisma Millenia . Menurut Rachmat, sektor swasta dituntut berfikir kreatif menciptakan program kemitraan dengan melibatkan sejumlah pihak, seperti perbankan, asuransi, perusahaan penyedia jasa pendampingan, dan masyarakat tani maupun ternak. Salah satu contohnya, lanjut Rachmat, adalah program ...

Kenaikan Impor Barang Konsumsi di Tahun 2018

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan nilai impor barang konsumsi sepanjang bulan Januari-Juni 2018 mencapai USD 8,18 miliar, atau naik 21,64% dibanding periode yang sama tahun lalu (year-on-year).   Menurut BPS, komoditas pangan seperti beras, gula, dan kedelai, menjadi penyumbang terbesar kenaikan impor barang konsumsi itu. Penelitian dari pakar ekonomi pertanian, Bustanul Arifin, memprediksi bahwa konsumsi unggas menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan dengan produk hewani lainnya, yaitu 22,1% pada tahun 2025 menjadi 9,13 kilogram per kapita per tahun. Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.   Diperlukan peran swasta serta masyarakat petani dan peternak untuk bersama dengan pemerintah menghadapi tantangan ketahanan pangan ini. “Sektor swasta dan masyarakat perlu berkolaborasi membuat program kemitraan yang tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi, namun juga menyejahterakan petani dan peternak, serta menciptakan ekono...